08 Februari 2009

Akibat brain wash, anak ketua Hamas jadi Agen Yahudi/Kristian

Mahsab dikatakan murtad akibat di Brain wash semasa ditahan di penjara Israel, sekarang dipergunakan media barat untuk memburukan pemimpin Hamas.

[ SEJENAK sebelum makan malam, Masab (atau Mosab), anak dari ketua Hamas di Tepi Barat yakni Sheikh Hassan Yousef, memandang pada temannya yang menemaninya makan di restoran tempat mereka bertemu. Mereka membisikkan beberapa patah kata dan lalu mengucapkan doa syukur, berterima kasih pada Tuhan Jesus kerana menyediakan makanan di meja makan mereka.
Syeikh Hasan Yousef
Perlu beberapa detik untuk mencerna pemandangan ini: anak dari ketua Hamas yang merupakan tokoh terkenal dari organisasi Islam ekstrimis, seorang pemuda yang membantu bapaknya selama bertahun-tahun dalam aktivitas politiknya, sekarang malah murtad dan jadi Kristen. "Sekarang aku bernama Joseph," katanya.

Masab tahu bahwa dia tidak punya banyak harapan kembali ke tanah suci (Palestin) di dalam hidupnya sekarang. "Aku tahu, aku membahayakan nyawaku dan bahkan kemungkinan besar aku kehilangan ayahku, tapi aku berharap dia akan mengerti hal ini dan Tuhan akan memberi dirinya dan keluargaku kesabaran dan kemahuan untuk membuka mata mereka pada Jesus dan Kristian. Mungkin suatu hari nanti aku dapat kembali ke Palestin dan juga ke Ramallah bersama Jesus, di Kerajaan Tuhan.."

Dia juga tidak menutupi rasa kasihnya pada Israel, atau kebenciannya akan semua hal yang mewakili lingkungan di mana dia dibesarkan: negaranya, agamanya, organisasinya. "Kirim salam pada Israel ya, aku rindu padanya. Aku menghormati Israel dan mengkagumi negara itu," katanya.

"Kamu kaum Yahudi harus waspada: Kamu tidak mungkin, tidak mungkin dapat damai dengan HAMAS. Islam, ideologi yang mereka anut itu, tidak membolehkan mereka berdamai dengan kaum Yahudi. Mereka percaya pada hadis yang mengatakan Nabi Muhammad berperang melawan Yahudi sehingga mereka pun wajib melanjutkan peperangan itu sampai mati."


Apakah ini sebabnya para Muslim melakukan serangan bunuh diri? "Lebih dari itu! Seluruh masyarakat Muslim memuliakan kematian dan teroris bunuh diri. Di dalam budaya Palestin, teroris bunuh diri jadi pahlawan syahid. Sheikh mengajarkan pada para muridnya tentang 'kepahlawanan dalam syahid'."


Meskipun banyak kritik datang dari tempat asalnya, California yang sekarang jadi tempat tinggalnya, tidak dapat menghilangkan kerinduan hatinya. "Aku rindu Ramallah," katanya. "Orang-orang yang berpikiran terbuka… Aku terutama merindukan ibuku, saudara lelaki dan perempuanku, tapi aku tahu bahawa akan sulit sekali bagiku kembali ke Ramallah masa ini.”
Oleh Avi Issacharoff 31/07/2008


Seterusnya….Sambungannya ini dipetik dari Haaretz Weekend Magazine.
MENIKMATI kehidupan barunya di California, USA, Yousef junior betul-betul sedar mengnai wawancaranya ini. Bukan hanya ia akan menyinggung perasaaan keluarganya, ia kini ragu dapat pulang kembali ke Ramallah. "Saya tahu saya mempertaruhkan nyawa saya dan jelas akan kehilangan ayah saya. Tapi saya harap ia akan mengerti ini dan Tuhan akan memberikan dirinya dan seluruh keluarga saya kesabaran dan keinginan untuk membuka mata mereka bagi Jesus dan agama Kristen."


Begini sekilas latar belakang hidupnya..
Namanya kini Masab-Joseph.


"Semasa di sekolah menengah, saya belajar syariah. Tahun 1996, ketika saya berusia 18, saya ditangkap tentara Israel kerana saya ketua masyarakat Islam di sekolah saya. Inilah titik mulanya proses penyedaran saya.


"Sebelumnya saya hanya mengenal HAMAS melalui ayah saya. Sebelumnya saya mengagumi HAMAS, kerana saya mengagumi ayah saya. Tapi setelah 16 bulan dalam penjara, saya baru tahu wajah Hamas sebenarnya. HAMAS adalah organisasi negatif. Sebuah organisasi yang buruk secara fundamental. Dalam penjara Megiddo saya tiba-tiba menyedari apa sebenarnya HAMAS. Pemimpin mereka di penjara (Israel) mendapatkan keadaan (fasiliti dan makanan) yang jauh lebih baik (daripada para tahanan Israel di penjara HAMAS), belum lagi izin kunjungan keluarga mereka dan fasiliti mandi. Sementara orang-orang HAMAS tiada moral, tiada integrity. Tetapi mereka tidak sebodoh Fatah, yang mencuri disiang hari didepan umum. HAMAS mencuri dengan cara diam-diam sambil bersikap macam suci. Cepat atau lambat wang hasil korupsi ini akan mengekang bangsa Palestin sendiri!


“Tidak seorangpun yang tahu benar seluk beluk cara kerja HAMAS. Contoh, saya ingat betul bagaimana keluarga Saleh Talahmeh, anggota tangan militer HAMAS, yang dibunuh Israel, terpaksa menggembel minta bantuan teman-temannya kerana mereka tidak ditinggalkan wang sedikit pun. Pemimpin HAMAS tidak ambil tahu dengan mereka ataupun dengan keluarga syuhada lainnya, sementara anggota-anggota senior sering berpoya-poya diluar negeri, menghabiskan puluhan ribu dollar per bulan untuk membiayai bodyguard saja!"
“Setelah saya keluar dari penjara (Israel), saya kehilangan kepercayaan kepada mereka yang mewakili Islam."


(Semasa wawancara ini, dikatakan ayahnya masih belum tahu kemurtadannya ke Kristen)
Ayahnya macam tak percaya, setelah mengetahui anaknya murtad dan minta suaka ke USA! 'Ya ke?' katanya sambil menunjuk foto puteranya!
"Wawancara ini akan membuka mata ramai orang dan menggoyahkan Islam sampai ke akar-akarnya. Saya tidak berlebihan!"Bagaimana Ia Tertarik Pada Agama Lain?"Ini dimulai 8 tahun yang lalu. Saya berada di Jerusalem dan menerima undangan untuk mendengar ceramah tentang Kristen. Dari situ saya semakin ingin tahu dan mulai membaca Injil dengan diam-diam, sambil meneruskan pelajaran syariah. Ayat seperti ‘Cintailah musuhmu’ sangat mempengaruhi saya..


Saya ketika itu masih Muslim dan tidak pernah menyangka akan murtad. Tetapi setiap hari saya melihat hal-hal mengerikan yang dilakukan atas nama Islam oleh orang Muslim yang menganggap diri 'bangsa terpilih Allah.' Saya kembali mempelajari Quran dan prinsip-prinsip agama itu dan berkesimpulan bahawa Islam salah dan menyesatkan. Muslim meminjam ritual dan tradisi dari agama-agama sekitarnya."“...Saya anggap Islam adalah satu pembohongan besar. Orang-orang yang mewakili Islam lebih memuja Mohammed berbanding Tuhan, membunuh orang-orang tidak bersalah atas nama Islam, memukul isteri mereka dan sama sekali tidak tahu apa itu Tuhan. Saya tidak ragu bahawa mereka akan ke neraka. …Orang Palestin, kalau tidak ada musuh, akan memerangi sesama sendiri. Dalam 20 tahun nanti akan timbul konflik antara berbagai kelompok di dalam tubuh HAMAS sendiri. Sekarang saja mereka sudah mulai kelam kabut fasal penguasaan wang."
Dipetik dari catatan Ibnuhasyim
  • Live Traffic

    My Sinchew - News

    Utusan Online

    Malaysiakini

    Pengikut

    Salam Sohabat