16 Mei 2009

Ihwan Muslimin menolak berjumpa dengan Vatican

Vatican, sebagai badan tertinggi umat Katolik, mengajak Ikhwanul MUslimin mengadakan dialog. Belajar dari beberapa pertemuan sebelumnya, Ikhwanul Muslimin menolaknya dengan tegas.


Bercakap tentang hal ini, Dr. Abdul Mun'im Abul Futuh, salah seorang pemimpin Ikhwan memberikan tanggapannya. “Ikhwan selalu membuka dialog dengan semua golongan, tapi saya fikir dialog dengan Vatican tidak akan pernah memberikan hasil yang konkrit!” ujarnya tegas.
Beliau merujuk kepada beberapa pertemuan yang pernah dilaksanakan sebelumnya.

Beliau merujuk kepada beberapa pertemuan yang pernah dilaksanakan sebelumnya.
Vatican tidak pernah punya niat baik dalam setiap dialog itu. Mereka sama sekali tidak memerhatikan tiga hal yang harus dihormati sebagai adab dialog itu sendiri. “Pertama, mereka tidak pernah mempunyai kepercayaan kepada Islam. Bagaimana mungkin, orang yang tidak pernah mahu mengerti dan mempelajari Islam, mengajak berbincang? Dalam hal ini, apapun bentuk dialognya akan menjadi sia-sia!”

“Hal kedua yang yang selalu dilanggar oleh Vatican adalah, dialog dengan mereka selalu saja tentang kepercayaan.” Tambah Abul Futuh, “Dalam hal ini, tak ada lagi yang perlu didiskusikan, Islam mempunyai prinsip yangan jelas tentang bagaimana menyembah Allah swt.”

Dan yang ketiga, menurut Abul Futuh, dialog dengan Vatican tidak pernah menghasilkan kesepakatan apa-apa. Padahal, masih menurut pendapatnya, kesepakatan akan sesuatu dalam sebuah dialog adalah tujuan utamanya. “Ikhwan mengambil berat banyak hal. Ketika kita berdialog, kami ingin membincangkan situasi Afghanistan, Iraq ataupun Palestin, ataupun cara menghentikan peperangan dan kelaparan di seluruh dunia.”



Tiada ulasan: